Pemimpin industri kecerdasan buatan (AI) di China meramalkan bahwa negara tersebut akan segera melampaui dominasi teknologi AS, meskipun masih ada kendala dalam produksi chip canggih. Startup AI China seperti MiniMax dan Zhipu AI bahkan debut di Bursa Hong Kong pekan ini, menandakan perkembangan positif di bidang ini. Pemerintah China juga sedang mempercepat proses IPO perusahaan AI dan semikonduktor untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi tinggi AS.
Yao Shunyu, mantan peneliti senior di OpenAI yang terkenal dengan penciptaan ChatGPT, menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan China akan menjadi pemimpin global dalam bidang AI dalam beberapa tahun ke depan. Namun, kekurangan dalam produksi chip canggih masih menjadi kendala utama yang perlu diatasi. China sebelumnya telah berhasil membangun prototipe mesin litografi ultraviolet ekstrem (EUV) untuk menghasilkan chip mutakhir, namun masih perlu waktu untuk memproduksi chip secara massal.
Dalam hal infrastruktur komputasi, AS masih unggul dibandingkan dengan China karena investasi yang terus dilakukan. Meskipun begitu, keterbatasan anggaran di perusahaan AI China mendorong inovasi dalam penelitian teknis untuk menjalankan model besar dengan perangkat yang lebih terjangkau. Meskipun ada kendala teknis dan finansial, optimisme tetap tinggi bahwa China akan menjadi pemimpin dalam industri kecerdasan buatan dalam waktu yang tidak terlalu lama.












