Berita  

Krisis 2026: Warga Borong Komputer untuk Persiapan

Kelangkaan chip memori telah menjadi perhatian utama di pasar elektronik, memicu lonjakan pembelian komputer sepanjang tahun 2025. Diperkirakan bahwa krisis chip ini akan berdampak pada kenaikan harga perangkat elektronik konsumen di tahun 2026, seperti komputer, HP, dan peralatan rumah tangga. Kenaikan permintaan chip memori, terutama untuk teknologi kecerdasan buatan (AI), telah menggeser fokus produsen chip ke produksi chip memori tingkat tinggi (HBM) untuk AI, meninggalkan chip konvensional untuk perangkat elektronik lainnya.

Akibatnya, harga perangkat elektronik melonjak, memaksa produsen untuk memilih antara menaikkan harga jual atau menawarkan produk dengan hardware yang kurang berkualitas. Namun, kendati berbagai ketidakpastian seperti tarif dari pemerintahan Donald Trump, kelangkaan chip, dan berakhirnya dukungan untuk Windows 10, penjualan komputer terus berlangsung stabil di sepanjang tahun 2025. Kuartal-IV tahun 2025 mencatat peningkatan pengapalan PC sebesar 9,6% YoY, menandai angka sebesar 76,4 juta unit, dengan total pengapalan PC sepanjang tahun 2025 meningkat 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan seperti Lenovo, HP, dan Dell Technologies tetap memimpin pasar, dengan pertumbuhan penjualan yang stabil sepanjang tahun 2025. Namun, di tengah euforia penjualan PC ini, krisis chip memori yang terjadi pada tahun 2026 diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada industri PC. Vendor mungkin terpaksa menurunkan spesifikasi PC dan menaikkan harga jual untuk mengatasi kelangkaan chip, menghasilkan pasar yang lebih sulit bagi perusahaan-perusahaan kecil untuk bertahan. Perusahaan besar seperti Lenovo, Apple, dan HP diprediksi mampu bertahan dan merebut pangsa pasar sementara industri chip memori mengalami kekacauan.

Source link