Berita  

China Gempur Singapura, Ancaman RI Terkena

Empat perusahaan telekomunikasi Singapura telah menjadi target serangan peretasan cyber oleh sebuah kelompok spionase siber UNC3886 dari China. Serangan ini terjadi pada infrastruktur telekomunikasi Singapura yang dimiliki oleh perusahaan seperti Singtel, StarHub, M1, dan Simba Telecom. Meskipun kelompok peretas berhasil mendapatkan akses ke beberapa sistem, Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura, K.Shanmugam, menyatakan bahwa layanan tidak terganggu dan informasi pribadi tidak diakses.

Para perusahaan telekomunikasi tersebut telah menghadapi serangan distributed denial-of-service (DDoS) dan serangan malware lainnya. Mereka telah menerapkan perlindungan berlapis untuk melindungi jaringan mereka dan merespons dengan cepat saat terjadi ancaman. UNC3886, yang juga dikenal karena mengeksploitasi kerentanan zero-day, telah menargetkan berbagai industri di Amerika Serikat hingga Asia Pasifik, termasuk sektor pertahanan, teknologi, dan telekomunikasi.

Di sisi lain, serangan siber dari kelompok mata-mata yang diduga terafiliasi dengan negara Asia juga terjadi di lebih dari 37 negara, termasuk Indonesia. Para peretas ini menyusup ke jaringan pemerintah dan infrastruktur penting, memperoleh akses untuk memata-matai email, transaksi keuangan, dan informasi sensitif terkait operasi militer dan kepolisian. Meskipun negara asal para peretas tidak diidentifikasi, serangan ini dilaporkan berlangsung selama setahun terakhir dengan tingkat kedalaman dan luas yang signifikan.

Operasi spionase ini menargetkan berbagai lembaga pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Mereka menggunakan metode email palsu dan celah keamanan yang belum ditambal untuk mendapatkan akses ke jaringan target. Para peneliti keamanan siber menilai bahwa serangan ini melibatkan kampanye yang sangat terarah dan mengandalkan keahlian teknis yang tinggi untuk tetap tidak terdeteksi dalam jaringan korban selama periode yang panjang.

Palo Alto Networks, perusahaan keamanan siber dari California, telah mengungkap detil serangan ini dan menyoroti pentingnya penerapan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat dalam menghadapi ancaman cyber yang semakin kompleks dan terorganisir secara canggih. Sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia, terus berada di bawah tekanan serangan siber yang semakin meningkat dan kompleksitasnya. Seiring dengan itu, upaya untuk memperkuat pertahanan siber dan peningkatan kesadaran akan pentingnya keamanan informasi menjadi semakin mendesak.

Source link