Berita  

Pria Tagihan Pajak Rp 135 T: Respons dan Solusi

Rencana penerapan pajak kekayaan bagi miliarder di negara bagian California, Amerika Serikat, memancing beragam respons dari konglomerat dunia. Kebijakan ini mencakup pungutan satu kali atas kekayaan individu super kaya yang tinggal di area tersebut. Salah satu pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang, yang termasuk dalam individu terkaya di dunia, menyatakan kesiapannya untuk mematuhi aturan pajak yang ditetapkan pemerintah California tanpa keberatan.

Pada bulan November 2025, sebuah usulan pajak yang diusulkan oleh serikat pekerja sektor kesehatan dan didukung oleh legislator progresif AS, termasuk Rep Ro Khanna dan Senator Bernie Sanders, bertujuan untuk menargetkan sekitar 200 orang terkaya di California. Referendum dijadwalkan pada bulan November 2026, di mana para pemilih di California akan memutuskan kelanjutan inisiatif tersebut.

Selain Jensen Huang, beberapa miliarder lainnya mengkhawatirkan konsekuensi pajak kekayaan seperti yang diusulkan. Beberapa pengusaha teknologi mengkhawatirkan bahwa pajak tersebut akan memaksa mereka menjual saham perusahaan mereka untuk memenuhi kewajiban likuiditas, sementara yang lain mempertimbangkan untuk meninggalkan California untuk menghindari pajak tambahan.

Meskipun beberapa pengusaha telah merencanakan rencana untuk keluar dari California sebelum penerapan pajak, baik Larry Page maupun Peter Thiel belum mengonfirmasi rencana perpindahan tempat tinggal mereka secara terbuka. Jensen Huang, dengan sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham Nvidia, menyatakan keterbukaannya dalam menghadapi potensi pajak kekayaan yang besar yang akan dikenakan padanya. Selain itu, Huang juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi ketentuan pajak yang berlaku, tanpa mempermasalahkan beban pajak yang mungkin dialami.

Source link