Berita  

Perang Dagang: China Menghindar, Eropa Meningkatkan Tekanan pada Amerika

Di era digital yang semakin maju ini, persaingan antara negara-negara besar semakin terasa, terutama antara China dan Amerika Serikat (AS). Keduanya terlibat dalam perang teknologi yang berdampak pada blokir produk asal masing-masing negara. Tidak hanya China, Eropa pun mulai terlibat dalam upaya tegas terhadap raksasa teknologi AS dengan melakukan penyelidikan dan membuat aturan terkait penggunaan media sosial asal AS. Negara-negara di Eropa seperti Spanyol, Inggris, dan Irlandia melakukan langkah terhadap platform seperti Facebook dan TikTok yang diduga menyebarkan konten negatif, terutama terkait gambar seksual anak. Sebagai contoh, Spanyol meminta jaksa untuk menyelidiki Facebook milik Meta dan TikTok. Selain itu, beberapa negara Eropa juga mulai mengusulkan larangan penggunaan media sosial bagi remaja, dengan Denmark dan Spanyol menjadi contoh yang memimpin dalam pembatasan usia penggunaan media sosial. Presiden Emmanuel Macron dari Perancis bahkan mengusulkan larangan penggunaan media sosial bagi remaja di seluruh Uni Eropa. Selain itu, Uni Eropa telah mengeluarkan aturan layanan digital (DSA) yang akan mulai berlaku pada 2024, yang mengancam platform media sosial dengan denda yang besar jika tidak patuh terhadap aturan yang dikeluarkan. Meskipun demikian, AS juga memberikan respons atas langkah tersebut dengan ancaman tarif dan sanksi terhadap Uni Eropa jika aturan pajak teknologi dan DSA ditegakkan dengan merugikan perusahaan AS. Komisi Eropa menegaskan bahwa mereka tidak akan melunak terhadap raksasa teknologi AS dan berkomitmen untuk mengatur teknologi baru demi memperkuat demokrasi. Seluruh upaya ini menggambarkan betapa seriusnya persaingan dan regulasi di era digital yang semakin kompleks ini.

Source link