Berita  

Pemilik Instagram-WhatsApp Mengaku Tak Punya Gelar Sarjana: Fakta Terbaru

Meta, perusahaan pemilik Instagram, Facebook, dan WhatsApp, saat ini tengah menghadapi gugatan di pengadilan. CEO Meta, Mark Zuckerberg, diminta untuk memberikan kesaksian dalam persidangan yang berfokus pada dampak negatif media sosial. Gugatan ini melibatkan seorang perempuan yang mengaku kecanduan media sosial dan aplikasi video streaming seperti Instagram dan YouTube. Kasus ini terjadi di Los Angeles dan merupakan bagian dari rangkaian gugatan yang dihadapi Meta. Para pengamat menyebut gelombang gugatan ini menempatkan perusahaan media sosial seperti perusahaan rokok, dengan tuduhan mengedarkan produk berbahaya dan menipu publik. Salah satu aspek yang diperdebatkan dalam sidang adalah fitur filter kecantikan yang dianggap mempromosikan bedah kosmetik, khususnya kepada remaja dan anak-anak. CEO Meta, Mark Zuckerberg, berbicara mengenai hal ini dan menyatakan bahwa fitur tersebut adalah bagian dari “kebebasan berekspresi” dalam media sosial. Respons dari salah satu petinggi Meta terkait keputusan pengembalian fitur beauty filter juga menjadi sorotan dalam persidangan ini. Zuckerberg juga mengakui adanya perbedaan pendapat di antara karyawan perusahaan terkait keputusan yang diambil. Meskipun demikian, ia percaya bahwa tidak cukup bukti yang mendukung pendapat ahli eksternal tentang dampak negatif dari fitur tersebut. Selain itu, Zuckerberg juga menjawab pertanyaan mengenai gelar pendidikan yang dimilikinya dalam pengambilan keputusan di perusahaannya. Ia menyatakan bahwa tidak memiliki gelar sarjana dan lebih memahami konsep statistik dalam konteks sebab-akibat. Keseluruhan persidangan ini merupakan bagian dari upaya untuk menyoroti dan mengatasi dampak negatif media sosial, serta tanggung jawab perusahaan dalam menyediakan platform yang aman dan etis bagi pengguna.

Source link