Berita  

Tombol Komputer Eror: Tragedi Nuklir yang Menewaskan 60.000 Orang

Saat tragedi ledakan nuklir Chernobyl terjadi pada tahun 1986, dunia terguncang oleh dampaknya. Uni Soviet, pada waktu itu, tengah membangun fasilitas nuklir di Chernobyl dengan ambisi menjadi kekuatan nuklir terbesar di dunia. Sejak 1977, mereka berhasil mengoperasikan reaktor nuklir berkekuatan 1.000 megawatt, dan proyek pengembangan terus berlanjut hingga terjadinya tragedi pada tahun 1986.

Pada tahun tersebut, Chernobyl memiliki 4 reaktor nuklir besar, beberapa lainnya masih dalam tahap uji coba. Salah satu uji coba pada 26 April 1986 turut menyebabkan bencana besar tersebut. Para pemimpin yang terlibat dalam pengujian tidak cukup kompeten. Berbagai kelalaian dan ketidaktaatan terhadap standar keamanan tercermin dari berbagai sumber, termasuk Deputi Kepala Teknisi Anatoly Stepanovich Dyatlov dan Kepala Teknisi Nicholai Fomin.

Peristiwa awal dari bencana ini terungkap di dalam dokumen Chernobyl: 01:23:40 (2014), di mana Fomin disebut tidak cukup perhatian terhadap kebutuhan tenaga pendingin. Ketidaktaatan ini berujung pada suatu kesalahan besar, dimana reaktor yang sedang diuji melebihi daya tahan turbin air yang digunakan untuk pendinginan. Hal ini menyebabkan suhu inti reaktor naik drastis hingga meledak pada akhirnya.

Dampak radiasi dari ledakan tersebut cukup besar, dengan catatan 90 ribu jiwa meninggal karena radiasi nuklir jangka panjang dan sekitar 600 ribu orang terpapar namun selamat. Pencemaran radiasi bahkan sampai menjangkau Eropa dalam jarak 200 ribu kilometer. Chernobyl sendiri tidak akan bisa dihuni kembali hingga 20 ribu tahun ke depan karena efek radiasinya yang berbahaya.

Source link