Berita  

Masalah Literasi: 3 Siswa Sekolah Tak Bisa Baca Teks Panjang

Sebuah survei terbaru dari lembaga riset pendidikan Jinhaksa di Korea Selatan menemukan bahwa lebih dari tiga dari sepuluh siswa sekolah menengah atas mengalami kesulitan dalam membaca teks panjang. Dari survei tersebut, 22,2% siswa mengakui kesulitan mempertahankan fokus saat membaca teks selama lebih dari 10 menit, dengan 8,4% menghadapi kesulitan yang signifikan. Hal ini membuat total 30,6% siswa menghadapi tantangan dalam membaca teks panjang.

Di sisi lain, sekitar 26% siswa tidak mengalami kesulitan sedangkan 15% lainnya sama sekali tidak terganggu saat membaca teks panjang. Meskipun demikian, sekitar 41% dari responden tetap tidak merasakan hambatan dalam mempertahankan konsentrasi saat membaca.

Pihak Jinhaksa mengaitkan fenomena ini dengan tingginya konsumsi konten video berdurasi pendek di kalangan siswa. Mayoritas responden mengakui sering membuka aplikasi video singkat tanpa tujuan tertentu. Kontrol diri terhadap durasi menonton juga dikritik, dengan 78,4% responden mengaku menonton lebih lama dari rencana awal.

Untuk mengatasi penurunan rentang perhatian siswa, Jinhaksa menyarankan untuk melatih diri membaca materi panjang secara utuh, seperti buku pelajaran dan artikel berita. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan memahami teks panjang yang menjadi kebutuhan penting, terutama dalam ujian masuk perguruan tinggi.

Source link