Berita  

Waspada Modus Penipuan Baru dengan AI, Banyak Korban!

Modus penipuan digital terbaru semakin berkembang dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan merekrut model wajah untuk melakukan aksinya, sehingga sulit dideteksi. Maraknya lowongan kerja “model AI” di Asia Tenggara, terutama di Kamboja, menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber semakin canggih dalam beroperasi. Mereka menggunakan teknologi deepfake untuk melakukan penipuan online dengan merekrut orang menjadi model AI untuk melakukan love scam melalui panggilan video yang dimanipulasi menggunakan AI.

Dengan sekitar dua lusin kanal Telegram yang memuat lowongan pekerjaan model AI, para pelamar yang sebagian besar perempuan muda direkrut untuk membuat panggilan video palsu untuk menipu korban. Mereka membangun hubungan emosional dengan korban sebelum melakukan penipuan, seperti meminta uang untuk investasi kripto atau love scam. Operasi ini terorganisir dengan baik dan terkadang pekerja dipekerjakan dengan iming-iming gaji tinggi, namun risiko yang harus mereka hadapi sangat tinggi termasuk risiko kekerasan dan pelecehan.

Dibalik kesan canggih dan terorganisirnya operasi penipuan ini, banyak pekerja yang direkrut dengan cara yang tidak etis dan dipaksa untuk bekerja keras serta mendapat tekanan yang tinggi. Terdapat juga kasus dimana paspor pekerja disita untuk mencegah mereka melarikan diri. Hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus penipuan baru yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan deepfake untuk menjalankan aksinya.

Source link