Berita  

Amerika Siapkan Proyek Triliun, Bersaing dengan China

NASA mengubah strategi eksplorasi luar angkasa mereka dengan membatalkan proyek stasiun luar angkasa di orbit Bulan dan mengalihkannya menjadi pembangunan pangkalan permanen di permukaan Bulan senilai US$20 miliar atau sekitar Rp337 triliun. Langkah ini diambil untuk mempercepat dominasi AS di Bulan dan menyalip ambisi China yang menargetkan pendaratan astronaut pada 2030.

Kepala NASA, Jared Isaacman, menjelaskan bahwa pendekatan bertahap yang direvisi ini terinspirasi dari kesuksesan NASA pada tahun 1960-an. Selain itu, NASA juga berencana untuk mengirim pesawat luar angkasa bertenaga nuklir ke Mars sebelum 2028 melalui misi Space Reactor 1 Freedom.

Meskipun NASA mengambil langkah maju ini, proyek Lunar Gateway yang melibatkan mitra internasional terpaksa dihentikan. Hal ini menimbulkan ketidakjelasan peran negara-negara seperti Jepang, Kanada, hingga European Space Agency. Meski demikian, Isaacman optimis dalam mengalihkan penggunaan peralatan dan komitmen mitra internasional untuk mendukung operasi di permukaan Bulan dan tujuan program lainnya.

Perubahan strategi yang dilakukan oleh NASA ini merupakan respons terhadap kemajuan China dalam mencapai target pendaratan di Bulan pada 2030. Semua perubahan ini memaksa perusahaan-perusahaan terlibat dalam program Artemis untuk beradaptasi dengan percepatan AS dalam menguasai luar angkasa.

Source link