Berita  

Cara Membuat Solar dari Sampah Plastik secara Efisien






Artikel Terbaru

Sampah Plastik Berubah Menjadi Bahan Bakar Minyak Solar Melalui Teknologi Pirolisis Multikondensor

Jakarta, CNBC Indonesia – Sampah plastik bisa diubah menjadi bahan bakar minyak solar setara yang disebut Petasol. Caranya dengan menggunakan teknologi pirolisis multikondensor yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Teknologi Pirolisis Multikondensor untuk Mengatasi Sampah Plastik

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Heru Susanto menjelaskan sampah plastik bernilai rendah seperti kemasan sachet, plastik multilapis, kantong tipis, dan residu kotor belum tertangani dengan optimal karena nilai ekonominya rendah.

Untuk menangani masalah ini, BRIN mengembangkan teknologi pirolisis multikondensor yang mampu mengubah sampah plastik tersebut menjadi Petasol. Proses pengolahan dilakukan dengan pemanasan tanpa oksigen yang memecah polimer menjadi senyawa hidrokarbon.

Petasol sebagai Bahan Bakar Berkualitas

Dalam prosesnya, setiap kilogram sampah plastik dapat menghasilkan rata-rata 0,8 liter Petasol hingga 1 liter, tanpa memerlukan distilasi ulang. Bahan bakar Petasol sudah memenuhi standar bahan bakar minyak solar sesuai regulasi terbaru.

Hasil dari penggunaan Petasol juga memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan biosolar, karena nilai kalornya lebih tinggi. Bahan bakar yang dihasilkan telah diterapkan pada berbagai kendaraan dan alat mesin selama lebih dari 4 tahun, membuktikan keamanannya dalam penggunaan sehari-hari.

Penggunaan teknologi ini telah sukses direplikasi di lebih dari 60 lokasi di Indonesia, mulai dari Cimahi, Yogyakarta, Semarang, hingga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup serta bank sampah setempat.

Biaya produksi Petasol pun tergolong murah, berkisar antara Rp 5.000-Rp 6.160 per liter dengan harga bahan baku plastik sekitar Rp 1.800 per kilogram. Namun, dengan penggunaan bahan baku dari bank sampah yang harganya sekitar Rp 200, biaya produksi dapat ditekan menjadi Rp 4.000-Rp 5.000.

Heru juga menjelaskan bahwa harga jual Petasol di pasar domestik untuk saat ini sebesar Rp 10.000 per liter, dengan selisih harga tersebut menghasilkan keuntungan sekitar Rp 4.000-Rp 5.000 per liter. Dengan kapasitas produksi 100 kilogram per hari, laba bersih mencapai sekitar Rp 8,6 juta per bulan dan titik impas dapat dicapai dalam waktu sekitar 2,5 tahun.

Source link