Berita  

Putin Marah: Rusia Tembak 8.150 Drone ke Ukraina

Rusia Tembaki Ukraina dengan Rekor Jumlah Drone Jarak Jauh

Pada bulan Mei, Rusia mencatatkan rekor jumlah drone jarak jauh yang ditembakkan ke Ukraina. Negara yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin itu meluncurkan 8.150 drone jarak jauh, meningkat 24% dari bulan sebelumnya menurut perhitungan AFP.

Konflik Ukraina-Rusia

Jumlah drone yang ditembakkan ini merupakan rekor baru yang mengejutkan, terutama setelah gencatan senjata tiga hari bulan lalu. Hal tersebut seharusnya memperluas upaya perdamaian, namun justru terjadi peningkatan serangan dari kedua belah pihak. Kyiv dan Moskow saling menuduh melanggar perjanjian serta melakukan serangan jarak jauh.

Dilansir dari laporan yang sama, Rusia juga dilaporkan menembakkan 211 rudal ke Ukraina pada bulan Mei, yang merupakan salah satu jumlah bulanan tertinggi. Pada saat bersamaan, Ukraina meminta bantuan mendesak dari Amerika Serikat untuk pasokan amunisi bagi sistem anti-rudal Patriot mereka.

Serangan Rudal Rusia

Serangan rudal Rusia di bulan Mei termasuk salah satu serangan terburuk yang mengenai ibu kota Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Dampaknya sangat fatal, seperti menghantam sebuah gedung perumahan dan menewaskan dua lusin orang. Selain itu, Moskow juga telah memobilisasi rudal balistik berkemampuan nuklir, dinamai Oreshnik, menuju Ukraina.

Ukraina terbukti telah berhasil mencegat sekitar 91% dari semua drone dan rudal yang tersasar ke wilayah mereka pada bulan Mei. Meskipun begitu, mereka masih sangat bergantung pada bantuan sekutu Barat dalam menjaga perlindungan anti-rudal mereka.

Sejak perang di Timur Tengah, kebutuhan akan persenjataan Ukraina semakin meningkat, terutama dalam mempertahankan pertahanan udara. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, bahkan mengajukan permohonan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membantu menahan serangan rudal Rusia.

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia memperumit situasi, terutama dalam menentang tuntutan teritorial Rusia. Pembicaraan perdamaian terhenti dan defisit persenjataan semakin mengkhawatirkan pasukan Ukraina dalam menghadapi serangan dari Rusia.

Source link