Berita  

Penyebab Runtuhnya Kejayaan Nvidia: Analisis Mendalam

Era Kejayaan Nvidia dalam Dunia AI Mulai Runtuh

Jakarta, CNBC Indonesia – Kesuksesan Nvidia sebagai perusahaan chip terkemuka di dunia AI mulai merosot tajam setelah rentetan pencapaian gemilang sebelumnya.

Perkembangan pesat dalam bidang kecerdasan buatan (AI) sebelumnya telah membawa kesuksesan bagi Nvidia. Namun, kini cahayanya mulai redup.

Harga Saham Anjlok 15% Sejak Puncaknya di Bulan Mei

Berita dari Bloomberg mengungkapkan bahwa harga saham Nvidia telah turun drastis hingga 15% sejak mencapai puncaknya pada bulan Mei lalu. Valuasi Nvidia juga terpantau lebih rendah dibanding rata-rata S&P.

Para investor juga mulai melepas kepemilikan saham di Nvidia, dengan mengalokasikan investasi mereka ke perusahaan-perusahaan lain di Amerika Serikat yang dianggap lebih prospektif dibandingkan Nvidia, sebagaimana dilansir oleh Tech Crunch.

Berakhirnya Era Chip Kian Tampak Nyata

Era keemasan chip Nvidia juga semakin memudar dengan berakhirnya masa langkanya chip. Harga sewa chip merosot tajam dari US$3,20 per jam pada bulan Mei lalu.

Sementara itu, pesaing-pesaing Nvidia seperti Micron justru mencatatkan peningkatan nilai perusahaan hingga hampir tiga kali lipat. Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Amazon, Microsoft, dan OpenAI pun mulai merilis prosesor khusus mereka sendiri sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada chip AI produksi Nvidia.

Meskipun chip buatan sendiri tersebut belum sebaik model Nvidia, namun langkah ini mampu menekan harga komputasi, memberikan persaingan ketat bagi Nvidia di pasaran.

“Semakin banyak pemain GPU dan akselerator yang memasuki pasar. Semua orang ingin membuat silikon sendiri, namun tidak ada yang membuat DRAM sendiri,” ungkap CTO dan salah satu pendiri Ornn, Wayne Nelms.

“Sampai ada terobosan teknologi besar pada HBM (High Bandwidth Memory), pergeseran penawaran dan permintaan, atau adanya pesaing baru yang memasuki pasar memori, saya rasa keadaan akan tetap sama,” tambahnya.

(fab/fab)

Source link

Source link