Berita  

Iklan Medsos Ladang Penipuan: Waspadai Modus Baru!

Iklan di Medsos Bisa Menguras Rekening, Otoritas AS Siapkan Aturan Anti Penipuan

Jakarta, CNBC Indonesia – Berhati-hatilah saat melihat iklan di media sosial. Sebuah temuan di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa iklan tersebut bisa menjadi sumber penipuan dan menguras rekening korbannya. Modus ini menjadi perhatian utama otoritas setempat, sehingga dua senator dari Partai Republik dan Partai Demokrat telah mengajukan rancangan aturan anti penipuan.

Rancangan Aturan SCAM Act

Rancangan tersebut dikenal sebagai Safeguarding Consumers from Advertising Misconduct Act atau SCAM Act, yang mendorong media sosial untuk lebih proaktif dalam mengatasi penipuan. Salah satu poin penting dalam rancangan ini adalah kewajiban verifikasi terhadap para pengiklan.

Selain verifikasi, perusahaan-perusahaan media sosial juga diarahkan untuk merespons dengan cepat terhadap laporan penipuan dari masyarakat pengguna maupun pemerintah. Tindakan hukum dari Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan jaksa agung negara bagian akan menanti bagi pelanggar aturan tersebut.

“Kita tidak bisa hanya diam ketika perusahaan media sosial menciptakan model bisnis yang secara sengaja memfasilitasi penipuan terhadap masyarakat Amerika,” ungkap Senator Bernie Moreno dari Partai Republik seperti dilansir dari Reuters.

Senator Ruben Gallego dari Partai Demokrat juga menegaskan bahwa perusahaan yang menghasilkan pendapatan dari iklan harus memastikan bahwa kontennya tidak bersifat penipuan.

“Jika sebuah perusahaan menghasilkan uang dari iklan yang ditayangkan di situsnya, maka perusahaan tersebut bertanggung jawab untuk memastikan bahwa iklan tersebut tidak menyesatkan,” ujar Gallego.

Respons Meta dan Tindakan Pencegahan

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Meta (mantan Facebook) mendapatkan sekitar 10% atau US$16 miliar pada tahun 2024 dari iklan penipuan dan produk ilegal lainnya. Meskipun demikian, perusahaan raksasa teknologi ini membantah tuduhan tersebut dan menyebut bahwa besaran pendapatan dari iklan yang melanggar telah dilebih-lebihkan.

Meta menegaskan komitmennya untuk terus memerangi penipuan dengan tindakan yang agresif di seluruh platformnya.

Source link