Berita  

Tren Baru Korea: Bangkitkan Orang Meninggal dengan Bayar Rp 7 Juta

Korea Selatan Bangkitkan Orang yang Sudah Meninggal dengan Teknologi AI

Sebuah tren unik tengah merambah Korea Selatan, di mana orang yang sudah meninggal dihidupkan kembali melalui video berbasis AI dengan biaya sekitar Rp 7 jutaan. Salah satu perusahaan yang menawarkan layanan ini adalah Vaice, perusahaan teknologi yang berbasis di Seoul.

Seorang pelanggan bernama Lee Geon Hui meminta pembuatan video animasi dari mendiang kakeknya dengan pesan yang dia buat sendiri. Dalam video tersebut, karakter meminta maaf pada putranya, ayah Lee Geon Hui, atas berbagai hal di masa lalu. Meskipun awalnya sang ayah enggan menonton video tersebut, namun setelah melihatnya, ia terharu dan menangis.

Tren yang Semakin Populer di Korea Selatan

Tren ini semakin populer di Korea Selatan seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi AI. Vaice sendiri melayani sekitar 300 pelanggan setiap bulan, yang mayoritas berusia antara 40-50 tahun yang ingin mengabadikan kenangan orang tua atau kakek-nenek yang sudah meninggal dalam bentuk video animasi.

Untuk membuat video tersebut, Vaice membutuhkan foto-foto dan sampel suara pendek dari almarhum. Dari data-data tersebut, mereka akan membuat gambar yang menyerupai wajah orang tersebut dalam video.

Ucapan Terakhir dan Kekhawatiran

Para klien berhak menulis naskah sendiri yang akan diucapkan oleh karakter dalam video tersebut, dan kebanyakan video berakhir dengan ucapan ‘Aku mencintaimu’. Ada juga beberapa video yang berisi permintaan maaf dan harapan agar konflik yang belum terselesaikan bisa diselesaikan.

Meskipun tren ini digemari, namun juga menimbulkan kekhawatiran terkait aspek etis, psikologis, dan hukum. Sejumlah orang bertanya-tanya apakah ‘menghidupkan’ kembali orang yang sudah meninggal melalui teknologi AI merupakan hal yang pantas dilakukan.

Source link