Berita  

Calon Raja Baru AI di China: Mau Bangun 7 Gigafactory






Uni Eropa Bersaing dengan AS dan <a href="https://portalberitatribun.net/2026/08/13/taktik-china-selamat-dari-bencana-besar/">China</a> dalam Perlombaan AI

Uni Eropa Bersaing dengan AS dan China dalam Perlombaan AI

Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) dan China punya pesaing baru dalam perlombaan AI. Uni Eropa tengah gencar mengembangkan AI di dalam kawasan dengan investasi sebesar 10 miliar euro (Rp 207,4 triliun).

Eksplorasi Uni Eropa dalam Pengembangan AI

Komisi Eropa mengumumkan dana tersebut akan digunakan untuk mendanai tujuh pabrik raksasa yang ada di seluruh blok. Jumlah itu bertambah dari rencana awal yakni lima gigafactory. Fasilitas ini akan berisi prosesor AI canggih, software, teknologi cloud, konektivitas berkecepatan tinggi, dan pusat data.

Secara keseluruhan, pabrik AI yang akan dibangun ini juga akan menambah 19 pabrik AI yang telah tersedia di berbagai negara Uni Eropa.

Komitmen dalam Perkembangan Teknologi AI

“Akses pada skala daya komputasi mentah di dalam Gigafactory AI menjadi kebutuhan strategis bagi Eropa saat percepatan pengembangan AI,” kata kepala teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen.

Proses tender ditutup pada 12 November 2026 mendatang. Komisi Eropa mengharapkan mengumumkan hasil tender pada awal 2027. Pabrik AI akan mulai beroperasi dalam 18 bulan setelah kontrak ditandatangani.

Dengan pendanaan yang dikucurkan diharapkan bisa menarik 20 miliar Euro (Rp 415 miliar) dari investasi swasta. Sejumlah raksasa teknologi dunia, yakni AMD, Nvidia, dan Qualcomm, juga telah bekerja sama dengan Komisi Eropa dalam proyek gigafactory.

(dce)

Source link