Berita  

China Ancam Pembalasan atas Peringatan Keras ke Amerika

China Ancam Balas Dendam ke AS Terkait Pembatasan Teknologi

Jakarta, CNBC Indonesia – China mengancam akan membalas dendam kepada Amerika Serikat (AS) setelah pemerintah AS kembali memperketat pembatasan terhadap produk teknologi asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Pernyataan Kementerian Perdagangan China

Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa Komisi Komunikasi Federal AS (Federal Communications Commission/FCC) berulang kali mengabaikan sikap China yang selama ini menahan diri terkait larangan produk. Hal ini terjadi setelah FCC mengumumkan penambahan perangkat robotik canggih buatan luar negeri, termasuk robot humanoid, ke dalam daftar pembatasan impor ke AS dengan alasan keamanan siber. Meskipun FCC tidak menyebut negara tertentu secara eksplisit dalam pengumumannya, Beijing menilai kebijakan tersebut jelas menargetkan produk-produk asal China.

Kementerian Perdagangan China menyebut pembatasan yang terus diperluas oleh FCC terhadap barang-barang China telah “merusak secara serius stabilitas ekonomi dan perdagangan China-AS.” Beijing pun mendesak AS untuk mencabut keputusan tersebut dan memperingatkan akan mengambil langkah balasan jika Washington tidak mengubah kebijakannya.

Dampak ke Produsen Robot dan Pasar Saham

Analis dari Counterpoint Research, Marc Einstein, mengatakan bahwa kebijakan terbaru AS ini menjadi kabar buruk bagi produsen robot humanoid China yang sedang mempersiapkan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dalam beberapa bulan mendatang. Kebijakan tersebut juga berdampak pada sektor logam tanah jarang (rare earth) yang diekspor China ke AS, serta akses perusahaan AS seperti Tesla dan NVIDIA ke pasar China.

Menurut data Counterpoint Research, tiga perusahaan China yaitu Agibot, Unitree, dan UBTech, menguasai pangsa pasar pemasangan robot humanoid terbesar tahun lalu. Dampak dari ketegangan ini juga terlihat pada pelemahan saham UBTech yang tercatat di Bursa Hong Kong.

Source link