Berita  

Tragedi di Amerika: Ratusan Korban Tewas Akibat Malapetaka

Serangan Ransomware Serang Puluhan Lembaga Keuangan di AS

Jakarta, CNBC Indonesia – Kelompok peretas yang memburu uang tebusan (ransomware) terus melakukan serangan siber yang menghantam Amerika Serikat (AS). Data dari Google dan intelijen internet menunjukkan bahwa dalam sebulan terakhir, puluhan lembaga keuangan ternama di AS serta beberapa perusahaan lain menjadi korban.

Para peretas menggunakan berbagai nama, seperti Redact, Pink, Falcon, dan Helix, untuk menyusup ke dalam jaringan perusahaan. Mereka bahkan membuat situs palsu untuk mencuri kata sandi karyawan perusahaan, termasuk Blackstone, Bridgewater Associates, Apollo Global Management, hingga Moody’s.

Metode Peretas yang Sederhana Namun Efektif

Meskipun perusahaan keuangan telah dilengkapi dengan sistem keamanan canggih dan kecerdasan buatan, para peretas masih menggunakan metode lama yang efektif. Mereka bahkan menggunakan taktik rekayasa sosial melalui panggilan telepon untuk mengecoh karyawan agar membocorkan informasi sensitif.

Dalam beberapa kasus, perusahaan terpaksa membayar uang tebusan kepada para peretas setelah data mereka berhasil diretas. Ancaman serangan siber semakin mengintensifkan tantangan bagi perusahaan ekuitas swasta dan lembaga keuangan di AS, yang memiliki akses ke data sensitif dan penting.

Perusahaan Besar di AS Jadi Sasaran

Para peretas juga melirik perusahaan ekuitas swasta, firma hukum, dan lembaga pemeringkat keuangan sebagai target baru mereka. Dengan menyamar sebagai petugas help desk perusahaan, para peretas berhasil menjebak karyawan untuk membocorkan informasi penting dan mengakses data sensitif perusahaan.

Upaya peretasan ini telah membuat gempar di Wall Street. Banyak perusahaan besar, termasuk Two Sigma Investments, Citadel, Uber, dan Levi Strauss, tercatat dalam daftar target serangan ransomware. Mereka bahkan berhasil menciptakan jebakan digital untuk lebih dari 200 perusahaan dalam lima pekan terakhir.

Rentetan serangan siber yang terjadi belakangan ini menjadi peringatan bagi perusahaan-perusahaan besar agar meningkatkan proteksi data mereka. Ancaman ransomware merupakan ancaman nyata yang dapat mengganggu operasional perusahaan dan mengakibatkan kerugian besar.

Source link