Berita  

Bank Berhati-Hati, Korbannya Sudah Muncul: Tips Menghadapi Petaka

Bank-bank Diminta Waspada Hadapi Ancaman AI, CEO JP Morgan Sentuh Bank Besar

Beberapa bank di seluruh dunia diingatkan untuk waspada terhadap perkembangan AI yang semakin canggih. Model-model AI dari OpenAI dan Anthropic dilaporkan dapat meretas beberapa perusahaan tanpa kendali manusia. Peringatan serius ini telah disuarakan kepada sejumlah bank ketika model AI Mythos milik Anthropic terungkap.

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, turut ambil bagian dalam upaya memberikan peringatan kepada sektor perbankan terkait bahaya AI ini. Dimon bahkan menghubungi pimpinan bank besar, bank regional, serta perusahaan teknologi utama langsung. Ia juga memimpin aliansi Alliance for Critical Infrastructure (ACI) yang bertujuan untuk melindungi infrastruktur kritis dari ancaman AI.

Mengidentifikasi Risiko dan Menetapkan Standar Keamanan

ACI bertujuan untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif tentang penggunaan AI, mengidentifikasi ancaman yang tertutup, dan merumuskan standar keamanan yang diperlukan. Kelompok ini juga diharapkan akan berkolaborasi dengan pemerintah AS untuk mengatasi isu-isu terkait AI.

ACI telah menjangkau lebih dari 40 perusahaan kunci di berbagai sektor strategis yang sangat bergantung pada teknologi, seperti jasa keuangan, energi, air bersih, utilitas, telekomunikasi, maskapai penerbangan, dan transportasi kereta api.

Inisiatif Perlindungan Pemerintah AS

Selain upaya yang dilakukan oleh sektor swasta, pemerintah federal AS juga meluncurkan inisiatif bernama Gold Eagle pada bulan Juli untuk melindungi diri dari ancaman AI. Langkah ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengembang AI, operator infrastruktur vital, hingga lembaga federal, untuk mengidentifikasi dan memetakan kerentanan yang mungkin muncul akibat model AI yang canggih.

Peringatan keras dari Jamie Dimon menegaskan pentingnya pengendalian yang ketat terhadap kemampuan AI tingkat lanjut seperti model AI Mythos. Ancaman yang ditimbulkan oleh penggunaan AI yang tidak terkontrol dapat menjadi petaka bagi berbagai sektor ekonomi utama.

Source link