Berita  

Anak Bill Gates Risiko Penjara 20 Tahun, Afiliator Colong Jatah

Phoebe Gates: Anak Bill Gates Terancam 20 Tahun Penjara

Phoebe Gates, anak bungsu pendiri Microsoft Bill Gates, kini harus menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun. Hal ini terkait startup yang ia dirikan yang diduga terlibat dalam penipuan komisi pemasaran daring.

Mengutip dari laporan Bloomberg dan Futurism pada Kamis (13/8/2026), Phoebe diketahui telah mengetahui aktivitas penipuan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penipuan Komisi Pemasaran

Phoebe merupakan pendiri perusahaan e-commerce bernama Phia yang menyediakan layanan asisten belanja daring. Awalnya, Phia seharusnya hanya mendapatkan komisi apabila pengguna mengklik tautan rekomendasi Phia lalu melakukan pembelian. Namun, belakangan perusahaan ini terbongkar menggunakan teknik cookie stuffing untuk mencatatkan transaksi yang tidak berasal dari tautan rekomendasi mereka.

Pesan internal yang bocor mengungkap bahwa Phoebe Gates dan rekan pendirinya sudah mengetahui praktik tersebut sejak Desember tahun lalu, namun hal ini baru terbongkar beberapa bulan ke depan. Pesan yang telah tersebar menunjukkan adanya permintaan dari Phoebe agar fitur tersebut dijalankan di semua situs belanja untuk mendapatkan komisi dari seluruh nilai transaksi.

Cookie Stuffing: Praktik Curang dalam Pemasaran Afiliasi

Cookie stuffing adalah teknik curang dalam sistem pencatatan transaksi untuk para afiliasi di industri e-commerce. Proses afiliasi yang sah melibatkan pembeli yang mengklik tautan rekomendasi dari suatu website sebelum melakukan pembelian, namun Phia menggunakan cookie stuffing untuk tetap mendapatkan komisi tanpa pengguna benar-benar mengikuti tautan mereka.

Pendapatan harian Phia yang mayoritas berasal dari praktik curang ini mengalami penurunan drastis setelah sistem cookie stuffing dinonaktifkan. Hal ini menimbulkan kontroversi yang mengancam Phoebe dengan potensi hukuman penjara, denda, dan pengembalian uang yang diperoleh secara tidak sah.

Phia menyatakan telah memperbaiki sistem dan meninjau kembali seluruh transaksi terkait, namun masih belum ada kepastian terkait kemungkinan penyelidikan hukum terhadap pendirinya.

Source link