Berita  

Bocoran Ordal: Kondisi Kerja di Raksasa Teknologi

Memoar Claire Stapleton: Kritik Tajam dari Dalam Google

Jakarta, CNBC Indonesia – Pada tahun 2018, sekitar 20.000 karyawan Google di seluruh dunia melakukan aksi mogok massal sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus pelecehan seksual oleh eksekutif perusahaan dan kebijakan internal yang dianggap tidak adil.

Aksi Mogok Massal dan Peran Claire Stapleton

Aksi tersebut dipimpin oleh Claire Stapleton, seorang mantan spesialis komunikasi di Google yang kemudian memilih untuk hengkang dari perusahaan tersebut. Ia merasa menerima tindakan balasan berupa demosi jabatan setelah terlibat dalam aksi protes tersebut. Memoar terbarunya yang berjudul “Don’t Be Evil: Bad Bosses, Fake Promises, and My Escape from Big Tech” mencerminkan perjalanan pahitnya di Google.

Kariernya di Google dan Pertanyaan Etis

Meskipun awalnya merasa seperti mendapat tiket emas di Google, pandangan Stapleton mulai goyah ketika harus bekerja di Google Creative Lab di New York. Ia merasakan perubahan budaya kerja menuju paham ‘tekno-optimisme’ yang memaksa para karyawan untuk mengesampingkan masalah yang sebenarnya perlu diperhatikan.

Masa Kepemimpinan Larry Page

Perubahan besar dalam Google terjadi saat Larry Page mengambil alih posisi CEO. Struktur organisasi membengkak secara birokratis, eksekutif memiliki tim komunikasi sendiri, departemen pemasaran membesar, dan fokus inovasi terhambat oleh tekanan untuk menyaingi kompetitor.

Duka dan Proses Penulisan

Di sela-sela tekanan korporasi, Stapleton juga merasakan duka mendalam atas kematian kakaknya akibat kecelakaan sepeda motor. Budaya kerja yang menuntut performa tinggi membuatnya melarikan diri ke dalam pekerjaan untuk mengatasi kesedihan.

Penulisan buku ini juga membuka luka lama atas kematian sang kakak, namun memberikan proses penyembuhan yang diperlukan bagi Stapleton.

Melalui memoarnya, Stapleton berharap dapat membongkar ilusi Big Tech dan mendorong para pekerja teknologi untuk lebih kritis terhadap korporasi besar.

Source link