Berita  

Gempa Dahsyat NTT: Ancaman Permanen dan Peringatan Pakar

Antisipasi Bencana Gempa di NTT: Tragedi Berulang dari Sesar Naik Flores

JAKARTA, CNBC Indonesia – Sebuah gempa bumi hebat berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi hari. Pusat gempa yang berkedalaman dangkal 15 kilometer mengakibatkan kerusakan bangunan masif dan tsunami minor di pesisir utara Flores serta Kepulauan Selayar.

Analisis Ahli dan Kehadiran Sesar Naik Flores

Menurut Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), karakteristik gempa yang terjadi berkaitan erat dengan Flores Back-Arc Thrust (Sesar Naik Belakang Busur Flores). Sesar ini merupakan patahan aktif yang membentang dari utara Bali hingga perairan Wetar, akibat tekanan Lempeng Indo-Australia yang mendorong ke bawah Lempeng Eurasia.

Daryono mencatat bahwa kedalaman dangkal hiposenter dan mekanisme patahan thrust faulting di dasar laut menjadi pemicu utama terjadinya gempa dan tsunami. Berbagai fakta dan rekam jejak tentang Sesar Naik Flores telah lama terdokumentasi, termasuk tingginya kerentanan pada sesar tersebut.

Sejarah dan Ancaman Sesar Naik Flores

Warisan sejarah geologi Sesar Naik Flores telah ditelusuri oleh pakar seismologi dunia sejak tahun 1979. Penelitian dari berbagai ahli seperti Warren B. Hamilton, Eli A. Silver, Robert McCaffrey, dan John L. Nabelek sejak itu membuktikan keberadaan dan aktivitas sesar tersebut.

Berbagai tragedi gempa dan tsunami di masa lalu, mulai dari 1815 hingga 1992, menjadi catatan hitam dari keberadaan Sesar Naik Flores. Namun, keberadaan sesar ini juga membawa pelajaran penting tentang mitigasi bencana dan ancaman yang selalu mengintai wilayah Bali hingga Nusa Tenggara.

Upaya mitigasi, edukasi, serta perencanaan pembangunan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman gempa di wilayah tersebut. Semua pihak perlu bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana alam yang tidak dapat diprediksi dengan pasti.

Source link