Berita  

Misteri Gerhana Matahari di Luar Angkasa

Gerhana Matahari Total: Pemandangan Langka dari Luar Angkasa

Jakarta, CNBC Indonesia – Pada tanggal 12 Agustus 2026, jutaan orang di Bumi tidak hanya menyaksikan gerhana matahari total, tetapi juga para astronaut dan satelit dari Badan Antariksa Eropa (ESA) dan NASA berhasil merekam momen langka ini dari perspektif luar angkasa. Fenomena alam ini bisa dilihat dari sudut pandang yang tidak biasa, memberikan pemandangan spektakuler yang jarang terlihat sebelumnya.

Momen Ajaib Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi selama fase Bulan Baru. Jalur gerhana ini melintasi Greenland, Islandia, dan Spanyol. Satelit ESA bernama MTG-I1 (Meteosat Generasi Ketiga) berhasil merekam bayangan gelap Bulan yang menyelimuti Bumi, sedangkan satelit GOES-19 milik NOAA menampilkan pemandangan serupa dari orbitnya di atas Samudra Atlantik.

Pemandangan Unik dari Luar Angkasa

Astronaut NASA Jessica Meir, yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), juga dapat memotret gerhana dari posisinya. Foto yang diambil memperlihatkan piringan Matahari sebagian tertutup oleh Bulan. Fotografer NASA Joel Kowsky bahkan berhasil menangkap siluet ISS yang melintas di depan Matahari yang tertutup Bulan, menghasilkan gambar yang sangat langka.

Misi Proba-3 milik ESA, yang terdiri dari dua pesawat ruang angkasa, memberikan pemandangan yang tidak dapat disaksikan dari Bumi. Dalam misi ini, satu pesawat bertindak sebagai “Bulan buatan,” yang menghalangi cahaya Matahari agar pesawat lain dapat memotret korona Matahari dengan jelas.

Pada 12 Agustus, terjadi gerhana ganda yang langka, di mana Matahari tertutup oleh Bulan asli dan juga oleh bayangan buatan pesawat ruang angkasa secara bersamaan. Pemandangan ini memberikan penjelasan visual yang langka dan menakjubkan tentang gerhana matahari dari sudut pandang luar angkasa.

Antisipasi Gerhana Bulan selanjutnya

Fenomena gerhana matahari total ini menjadi salah satu peristiwa langka yang paling banyak terdokumentasi dari berbagai sudut pandang. Selanjutnya, di akhir Agustus, diantisipasi akan terjadi gerhana Bulan yang juga akan memberikan pemandangan spektakuler, dengan Bulan berubah warna menjadi merah darah.

Source link