Berita  

Ledakan Data Center: Pihak yang Diuntungkan







Industri Manufaktur AS Ikut Untung dari Ledakan Data Center

Industri Manufaktur AS Ikut Untung dari Ledakan Data Center

Jakarta, CNBC Indonesia – Ledakan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya menguntungkan perusahaan teknologi, tapi juga membawa dampak positif bagi industri manufaktur Amerika Serikat (AS). Pembangunan pusat data (data center) yang membutuhkan berbagai perangkat dan mesin dalam jumlah besar telah memberikan peluang cuan bagi banyak perusahaan manufaktur.

Generac: Produsen Generator Mengalami Lonjakan Permintaan

Salah satu perusahaan yang merasakan dampaknya adalah Generac, produsen generator asal Waukesha, Wisconsin. Generac mengalokasikan dana sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4,4 triliun hingga akhir 2027 untuk memperkuat sejumlah pabriknya guna memenuhi kebutuhan data center. Permintaan terhadap produk generator khusus ini bahkan mengalami lonjakan tajam.

Generac telah mencatat backlog pesanan generator untuk data center senilai US$1,6 miliar (Rp28 triliun). Perusahaan ini juga berencana merekrut sekitar 1.000 pekerja baru, menandai peningkatan jumlah tenaga kerja sebesar 10%. Keberlanjutan pembangunan ini menjadi pertanyaan utama yang menjadi perhatian, menurut CEO Generac, Aaron Jagdfeld.

Dampak ke Industri Manufaktur Lainnya

Peningkatan pembangunan data center juga memberikan dampak positif pada berbagai sektor manufaktur lainnya. Perusahaan yang memproduksi sistem pendingin, transformator listrik, hingga mesin konstruksi juga merasakan lonjakan permintaan yang signifikan.

Timken, produsen bantalan baja berteknologi tinggi asal Ohio, juga melaporkan peningkatan permintaan. CEO Timken, Lucian Boldea, menyatakan bahwa pembangunan data center membawa sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan, di luar permintaan dari sektor pertahanan dan kedirgantaraan.

Manufaktur AS Mulai Bangkit

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di sektor manufaktur. Pada Juli, perusahaan manufaktur menambah 5.000 pekerjaan, menandai peningkatan sebanyak 31.000 lapangan kerja sepanjang tahun itu. Kondisi ini merupakan pemulihan dari tahun sebelumnya ketika industri manufaktur mengalami pemangkasan lapangan kerja yang signifikan.

Aktivitas manufaktur AS juga menunjukkan perbaikan dengan Institute for Supply Management (ISM) mencatat aktivitas manufaktur pada Juli mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Meskipun demikian, sentimen produsen masih cenderung suram, menunjukkan ketimpangan dalam dampak ledakan data center terhadap sektor manufaktur.

Sejumlah perusahaan mulai menghadapi pertanyaan apakah tren positif dalam pembangunan data center ini akan berkelanjutan atau justru berisiko berubah menjadi gelembung ekonomi. Wood Mackenzie memperkirakan adanya peningkatan drastis dalam pasar peralatan listrik terkait data center, namun beberapa produsen tetap berhati-hati dalam melakukan ekspansi kapasitas guna mengantisipasi kemungkinan gelembung di masa mendatang.

Source: CNBC Indonesia


Source link