Berita  

Ribuan Buruh Ancam Mogok, Negara Berpotensi Kacau

Ribuan Buruh di Taiwan Bergerak Bersama untuk Perombakan Bonus

Ribuan buruh di Taiwan sedang meminta perubahan pada sistem bonus yang diberikan oleh Micron Technology. Ancaman mogok kerja akan dilakukan jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Sekitar 10 ribu dari 15 ribu karyawan Micron yang merupakan anggota serikat pekerja di Taoyuan dan Taichung turut serta dalam tuntutan ini. Lebih dari 80% dari mereka mendukung rencana mogok kerja berdasarkan hasil survei Agustus.

Awasi Potensi Dampak Mogok Kerja di Taiwan

Otoritas Taipei menyampaikan keprihatinan terkait potensi mogok kerja yang akan dilakukan oleh karyawan Micron. Taiwan merupakan salah satu basis manufaktur terbesar perusahaan tersebut. Mogok kerja dapat mengganggu operasional Micron, rantai pasok semikonduktor Taiwan, dan perekonomian secara lebih luas. Otoritas akan terus memantau perkembangan sengketa ini dan siap melakukan mediasi jika diperlukan.

Micron sendiri memastikan bahwa mereka terus berkomunikasi dengan karyawan. Perusahaan juga menyatakan kesiapannya untuk menghormati proses hukum yang berlaku sehubungan dengan tuntutan para buruh. Micron sendiri merupakan salah satu perusahaan yang mengalami peningkatan permintaan chip memori dalam dunia kecerdasan buatan (AI). Hal ini tercermin dari pendapatan rekor yang berhasil mereka raih.

Situasi Serupa di Samsung Electronics

Masalah serupa juga pernah terjadi di Samsung Electronics, di mana 48 ribu anggota serikat pekerja berencana untuk mogok kerja selama 18 hari. Namun, melalui negosiasi yang dilakukan, mogok kerja tersebut dapat dihindari. Kesepakatan antara kedua belah pihak menghasilkan bonus khusus sebesar 10,5% dari laba operasional chip, yang akan diberikan berdasarkan target profitabilitas yang tercapai.

Situasi di Micron Technology menjadi sorotan di tengah gejolak pasar chip global yang semakin ketat. Perubahan dalam sistem bonus ini dapat memberikan dampak yang signifikan dalam hubungan antara perusahaan dan para buruhnya di Taiwan.

Source link