Berita  

Bumi Berdenyut: Sinyal Misterius Antariksa Setiap 125 Menit

Bumi Terdeteksi Berdenyut Setiap 125 Menit Terima Sinyal Misterius dari Luar Angkasa

Jakarta, CNBC Indonesia – Bumi terdeteksi berdenyut secara teratur setiap 125 menit sekali atau setiap 2 jam sekali. Menurut para ilmuwan, denyutan tersebut merupakan sinyal radio yang datang dari luar angkasa. Sampai sekarang, asal usul denyut ini masih menjadi misteri.

Selama 10 tahun terakhir, Bumi berdenyut menerima sinyal radio misterius setiap dua jam sekali dari luar angkasa. Kini para ilmuwan melacak sinyal tersebut dan menemukan fakta bahwa sinyal berasal dari sumber yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Denyut Misterius dari Sistem Bintang Ganda

Para peneliti mengatakan bahwa denyut tersebut berasal dari sistem bintang ganda yang berisi bintang yang sudah lama mati. Dalam sistem ini, bintang katai putih dan bintang katai merah mengorbit satu sama lain dengan jarak yang sangat dekat sehingga medan magnetnya saling bertabrakan dan menghasilkan denyut radio yang panjang.

Karena orbit kedua bintang itu teratur, mereka menghasilkan denyut setiap 125 menit seperti jam kosmik yang sangat panjang. Sistem yang diberi nama ILTJ1101 ini terletak 1.600 tahun cahaya dari Bumi ke arah Bintang Biduk, yang berada di dalam rasi bintang Ursa Major.

Sinyal Misterius dan Kemungkinan Temuan di Masa Depan

Ini pertama kalinya denyut radio panjang yang berulang diamati berasal dari sumber lain selain bintang neutron bermagnet tinggi, yang dikenal sebagai magnetar. Di masa depan, para peneliti yakin bahwa sinyal-sinyal misterius lainnya dari luar angkasa bisa jadi berasal dari sistem bintang ganda seperti ILTJ1101.

Iris de Ruiter dari University of Sydney, pertama kali menemukan denyut misterius tersebut pada tahun 2024 ketika melihat arsip data dari teleskop radio di Belanda.

Di dalam data Low Frequency Array (LOFAR), de Ruiter menemukan denyut yang tiba di Bumi pada tahun 2015. Ketika memilah data arsip untuk area langit yang sama, ia menemukan enam denyut lainnya.

Seiring dengan kemajuan teknik radio-astronomi, para ilmuwan menemukan lebih banyak ‘semburan radio cepat’ (FRB), tapi denyut nadi yang lambat dan teratur seperti ini masih jarang ditemukan.

(dem/dem)

Source link