Berita  

Pembunuh Starlink Muncul di Jepang, Duit Elon Musk Terancam

Sharp tengah mengembangkan antena internet satelit yang dapat terhubung ke lebih dari satu jaringan. Teknologi ini dirancang agar pengguna tidak lagi bergantung pada perangkat khusus milik satu penyedia layanan, termasuk Starlink yang saat ini menjadi pemain terbesar di pasar internet satelit.

Rencana tersebut dilaporkan Nikkei Asia dan dikutip pada Rabu (23/9/2026). Jika terealisasi, antena buatan produsen elektronik asal Jepang itu memungkinkan pelanggan memilih jaringan berdasarkan kebutuhan, harga, maupun kualitas sinyal di lokasi mereka tanpa harus mengganti perangkat ketika berpindah layanan.

Antena dirancang untuk berganti jaringan

Perangkat internet satelit yang beredar saat ini umumnya dibuat untuk bekerja dengan sistem tertentu. Pelanggan Starlink, misalnya, menggunakan antena yang dirancang khusus untuk terhubung ke jaringan perusahaan tersebut. Pola ini membuat perangkat dan layanan berada dalam satu ekosistem yang sulit dipisahkan.

Sharp berupaya mengubah ketergantungan itu melalui antena serbaguna. Perusahaan menyatakan perangkat tersebut dapat digunakan untuk mengakses jaringan satelit yang berbeda. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu membeli antena baru apabila ingin beralih ke penyedia lain, baik karena pertimbangan biaya maupun mutu koneksi.

Antena itu juga dirancang untuk berpindah secara otomatis ketika jaringan yang digunakan mengalami gangguan. Menurut penjelasan Sharp, koneksi dapat dialihkan ke jaringan lain yang tersedia saat terjadi masalah pada salah satu penyedia atau ketika kondisi cuaca mengganggu layanan.

Berpotensi mengubah persaingan internet satelit

Selama ini, dominasi Starlink milik Elon Musk didukung oleh sistem tertutup yang menggabungkan perangkat keras dan layanan berlangganan. Pengguna harus membeli antena Starlink sekaligus membayar biaya bulanan kepada perusahaan tersebut. Penyedia jaringan satelit lain pun perlu menyiapkan perangkat yang kompatibel agar dapat menjangkau pelanggan.

Kehadiran antena yang dapat digunakan lintas jaringan berpotensi mengubah pola persaingan itu. Penyedia layanan tidak lagi harus mengandalkan perangkat keras eksklusif untuk mendapatkan pelanggan. Persaingan dapat lebih berfokus pada harga, kualitas layanan, dan kemampuan jaringan, karena pengguna memiliki pilihan untuk berpindah tanpa mengganti antena.

Bagi Indonesia, teknologi semacam ini disebut memiliki relevansi karena wilayah negara ini terdiri atas ribuan pulau. Sejumlah daerah pedalaman dan pulau terluar masih belum terjangkau jaringan kabel serat optik, sehingga internet satelit menjadi salah satu pilihan untuk memperluas akses komunikasi.

Sharp menyebut permintaan terhadap teknologi tersebut meningkat seiring bertambahnya perusahaan yang meluncurkan rombongan satelit ke luar angkasa. Perusahaan berharap antena serbaguna itu dapat diproduksi secara massal dan dipasarkan dalam waktu dekat.

Source link