Ayah Kenzha Ungkap Anak Dipukul hingga Terjatuh Bersama Pagar

Ayah dari mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) bernama Kenzha Erza Walewangko yang meninggal di area kampus pada hari Selasa memberikan kesaksian bahwa anaknya sempat dipukul hingga terjatuh bersama pagar besi. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI Jakarta, ayah Kenzha, yakni Happy Walewangko, menyampaikan bahwa ada kejanggalan dalam penanganan kasus kematian anaknya oleh Polres Metro Jakarta Timur. Laporan awal polisi menyebut adanya pengeroyokan atau penganiayaan, namun laporan itu kemudian diubah menjadi kecelakaan akibat minuman keras.

Menurut Happy, Kenzha dan beberapa mahasiswa lain berkumpul di area payung kampus UKI sambil mengonsumsi minuman beralkohol sekitar pukul 16.30 WIB pada hari Selasa. Jam 18.30 WIB terjadi keributan di sekitar area tersebut dan Kenzha yang dalam keadaan mabuk mulai berteriak, memicu perhatian petugas keamanan kampus dan mahasiswa lainnya. Ayah Kenzha juga membantah bahwa kepala anaknya membentur baut di dalam got, seperti yang disebutkan oleh kepolisian.

Setelah insiden itu, Kenzha dalam keadaan kritis dibawa ke IGD RS UKI dan diumumkan meninggal dunia pukul 21.30 WIB. Happy juga menyoroti pelanggaran yang dilakukan oleh UKI karena tidak sterilnya kawasan kampus dari minuman beralkohol. Dia berpendapat bahwa petugas keamanan kampus seharusnya melakukan patroli aktif dan mencegah mahasiswa membawa serta mengonsumsi minuman keras.

Dokter Forensik RS Polri, Arfiani Ika Kusumawati, juga mengungkapkan bahwa ada temuan alkohol dalam dosis tinggi di tubuh Kenzha saat dilakukan pemeriksaan. Menurutnya, alkohol tersebut tidak langsung menyebabkan kematian Kenzha, namun turut berkontribusi mempercepat kematian karena berpengaruh pada penurunan kesadaran dan kesulitan bernapas.

Kesaksian dan fakta-fakta yang disampaikan oleh ayah Kenzha dan dokter forensik memberikan gambaran lebih jelas mengenai kasus kematian mahasiswa UKI tersebut. Evaluasi serius terhadap prosedur keamanan kampus dan tindakan yang diambil setelah insiden perlu dilakukan untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.

Source link