Berita  

Masa Depan Sangat Gelap: Ancaman Kepunahan Dunia

Ancaman perubahan iklim terhadap bumi semakin terasa, dengan gletser-gletser di seluruh dunia menghilang secara drastis dalam beberapa dekade terakhir. Sebuah contoh terbaru adalah perpisahan dengan gletser berusia 700 tahun bernama Pizol di Swiss pada 2019, di mana acara pemakaman simbolis dilakukan untuk menandai kepunahannya. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, jumlah gletser yang menghilang akan mencapai puncaknya hingga 4.000 gletser per tahun pada pertengahan abad ini. Para peneliti menekankan bahwa penting untuk memperhatikan kepunahan gletser secara total, bukan hanya fokus pada mencairnya es.

Dalam riset ini, ilmuwan menggunakan data global gletser dan model iklim untuk menentukan kapan sebuah gletser tidak lagi memenuhi kriteria sebagai gletser. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa puncak kepunahan gletser global diharapkan terjadi antara 2040 hingga 2060, tergantung pada tingkat pemanasan global. Daerah-daerah yang diperkirakan akan merasakan dampak pertama dari kehilangan gletser adalah wilayah dengan gletser kecil, seperti Alpen Eropa, Andes, dan Asia Utara. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa dunia berada pada jalur pemanasan sekitar 2,7 derajat Celsius, yang berarti kehilangan sekitar 3.000 gletser setiap tahun di rentang waktu 2040-2060. Dengan skenario pemanasan yang lebih parah, seperti 4 derajat Celsius, laju kepunahan gletser jauh lebih cepat.

Kepunahan gletser secara global merupakan fenomena yang semakin mendesak perhatian, seiring dengan perubahan iklim yang terus berlangsung. Upaya untuk membatasi pemanasan global dapat membantu memperlambat laju kepunahan gletser, namun tantangan yang dihadapi untuk mencapai target tersebut masih sangat besar. Diharapkan bahwa kesadaran akan pentingnya perlindungan gletser semakin meningkat, demi menjaga keberlangsungan hidup bumi untuk generasi mendatang.

Source link