Menyambut tahun baru sering kali identik dengan pesta, refleksi diri, dan harapan baru bagi sebagian orang. Namun, bagi sebagian lainnya, masuk ke tahun baru justru diwarnai dengan rasa cemas, stres, atau kesepian. Harapan yang tinggi, terutama dalam menetapkan resolusi baru atau kekhawatiran soal masa depan, dapat memicu perasaan gagal dan kecemasan yang berlebihan. Penting untuk dipahami bahwa kecemasan saat memasuki tahun baru adalah hal yang lumrah. Namun, dengan pendekatan yang bijak, momen pergantian tahun bisa tetap dinikmati dengan lebih tenang dan optimis.
New year anxiety atau kecemasan pergantian tahun adalah ketegangan yang dirasakan seseorang menjelang pergantian tahun. Kondisi ini termasuk dalam anticipatory anxiety, dimana kecemasan muncul karena memikirkan hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Psikolog Catherine Hallissey menjelaskan bahwa kecemasan tahun baru bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jadwal yang padat, tekanan finansial, hingga pertanyaan-pertanyaan dalam diri tentang arah hidup dan pencapaian di masa depan.
Beberapa penyebab umum New Year Anxiety antara lain adalah sisa kelelahan dari liburan, tekanan finansial setelah liburan, ekspektasi yang terlalu tinggi, tekanan untuk merenungkan diri, pengaruh media sosial, kesadaran akan berjalannya waktu, kekesepian, dan rasa kehilangan. Untuk mengatasi kecemasan menyambut tahun baru, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan, antara lain mengapresiasi pencapaian diri sendiri, bergerak untuk mengalihkan pikiran, tetap berhubungan dengan orang lain, melatih mindfulness, menghabiskan waktu di luar ruangan, menetapkan tujuan yang realistis, menjaga perawatan diri, mengubah fokus ke hal-hal positif, mencari bantuan dari orang terdekat atau profesional, dan menentukan kebahagiaan versi diri sendiri. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kecemasan saat memasuki tahun baru dapat diredakan secara efektif.












