Berita  

RI Juara 2 Penipuan Tertinggi: Modus Soceng Digunakan 70% Pelaku

Indonesia meraih peringkat kedua dalam daftar Global Fraud Index 2025, menunjukkan tingkat perlindungan penipuan yang rendah sepanjang tahun tersebut. Kasus penipuan yang terungkap sebagian besar terkait dengan social engineering (soceng). Teguh Arifiyadi, Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk mengkonsolidasikan langkah-langkah pencegahan penipuan dengan berbagai pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak swasta. Kampanye yang terstruktur akan diluncurkan untuk bekerja sama dengan swasta guna mengurangi tingkat penipuan di masa depan.

Menurut Teguh, upaya penipuan dapat diturunkan dengan aturan yang kuat, terutama dalam hal verifikasi nomor seluler, tanda tangan digital, dan pengguna layanan pemerintah. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa lebih dari 70% kasus penipuan terkait dengan soceng, yang memanipulasi psikologis korban untuk merampok rekening mereka. Teguh menekankan pentingnya literasi untuk mencegah penipuan, yang tidak tergantung pada tingkat pendidikan seseorang.

Global Fraud Index mengukur tingkat ketahanan penipuan di berbagai negara, di mana lima negara teratas dengan perlindungan terbaik meliputi Luxembourg, Denmark, Finland, Norway, dan Belanda. Sementara itu, lima negara dengan perlindungan terendah mencakup Tanzania, India, Nigeria, Indonesia, dan Pakistan. Upaya kolaboratif dari berbagai sektor diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap penipuan di Indonesia di masa depan.

Source link