Berita  

Pangeran Arab Berencana Mentransportasi Gunung Es ke Timur Tengah

Pangeran Arab Saudi Ingin Tarik Gunung Es dari Kutub ke Timur Tengah

Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Faisal, memiliki gagasan unik untuk mengatasi persoalan air di Timur Tengah. Pada tahun 1977, ia menyelenggarakan Konferensi Internasional Pertama tentang Pemanfaatan Gunung Es di Amerika Serikat.

Rencana Menarik Gunung Es untuk Persoalan Air

Pada saat konferensi berlangsung, Mohammed membawa bongkahan gletser berusia 4.000 tahun dari Alaska ke lokasi acara. Tim penyelam Angkatan Laut AS membantu dalam pengangkutan bongkahan es seberat 2 ton itu.

Gagasan tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa gunung es bisa menjadi sumber air tawar alternatif yang lebih murah daripada desalinasi air laut. Mohammed percaya bahwa pelepasan alami gunung es dari lapisan es utama di Antarktika dan Greenland bisa dimanfaatkan sebelum bercampur dengan air laut.

Kendala dalam Menarik Gunung Es

Meski Mohammed siap menggelontorkan biaya sekitar US$90 juta untuk mewujudkan rencananya dalam 3-5 tahun, beberapa ilmuwan skeptis dengan gagasannya. Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana menarik gunung es dengan bobot puluhan juta ton sejauh ribuan kilometer.

Permasalahan lainnya adalah iklim yang hangat di perairan antara Kutub dengan Timur Tengah yang bisa menyebabkan es mencair sebelum sampai. Kapal tunda pada waktu itu juga tidak cukup canggih untuk menarik gunung es sebesar itu.

Meskipun rencana Mohammed tidak pernah terwujud, beberapa insinyur terus mempelajari kemungkinan tersebut. Georges Mougin adalah salah satu insinyur yang terus mengembangkan konsep penarikan gunung es hingga saat ini.

Gagasan Tarik Gunung Es: Sebuah Harapan di Masa Depan

Beberapa proposal untuk menarik gunung es dari wilayah Kutub ke sejumlah daerah yang mengalami krisis air pernah muncul. Namun, hingga saat ini praktek ini masih sebatas gagasan dan simulasi.

Meskipun gagasan penarikan gunung es menuai keraguan, namun tetap menjadi sebuah harapan untuk menjawab persoalan air di berbagai belahan dunia, termasuk Timur Tengah.

Source link