Berita  

Sakit Hati Eks Pegawai Hapus Server Rp16 Miliar: Kisah Tragis

Eks Karyawan India Hapus Ratusan Server dengan Alasan Sakit Hati

Pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa berujung pada tindakan tak terduga, seperti yang dilakukan oleh seorang eks karyawan asal India, Kandula Nagaraju (39). Kandula melancarkan aksi sabotase dengan menghapus ratusan server virtual perusahaan tempatnya bekerja, NCS, setelah kontraknya diakhiri.

Kronologi Aksi Sabotase

Sejak November 2021 hingga Oktober 2022, Kandula merupakan bagian dari tim yang mengelola sistem komputer jaminan kualitas (QA) di NCS, perusahaan teknologi asal Singapura. Setelah kontraknya tak diperpanjang karena kinerja buruk, Kandula kembali ke India.

Namun, Kandula menggunakan akses yang masih dimilikinya untuk masuk ke sistem pengujian perusahaan dan menghapus sebanyak 180 server virtual. Akibatnya, NCS mengalami kerugian sekitar Rp16,19 miliar.

Setelah beberapa bulan akses ilegal, pada April 2023, laporan polisi dibuat dan beberapa alamat IP teridentifikasi. Laptop Kandula disita oleh polisi dan di dalamnya ditemukan bukti skrip yang digunakan untuk menghapus server.

Hasil dari penyelidikan mengungkap bahwa Kandula telah melakukan akses ilegal ke sistem sebanyak 13 kali dan merancang skrip penghapusan server dengan cermat. Skrip tersebut dijalankan dengan sukses pada bulan Maret 2023, menyebabkan kerugian besar bagi NCS.

Alasan dan Akibat dari Tindakan Kandula

Alasan dari tindakan Kandula adalah rasa sakit hati atas pemutusan kontrak kerjanya. Ia merasa tidak adil karena merasa telah memberikan kontribusi yang baik selama bekerja di NCS. Meskipun demikian, tindakan sabotase yang dilakukannya mengakibatkan dampak serius bagi perusahaan.

Perbuatan Kandula kemudian berujung pada proses hukum, di mana ia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan. Hal ini menjadi pembelajaran bahwa penyelesaian konflik sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

Dari kasus ini, perusahaan diingatkan akan risiko keamanan data dan kerugian yang dapat ditimbulkan akibat tindakan tidak bertanggung jawab dari mantan karyawan. Keamanan data perusahaan harus dijaga dengan ketat untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Source link