Berita  

Geger Krakatau Meletus: Pakar Ungkap Erupsi 3 Gunung

Tak Hanya Krakatau, Tiga Gunung Lain Erupsi!

Jakarta, CNBC Indonesia – Masyarakat dihebohkan dengan erupsi yang terjadi hampir bersamaan di tiga gunung selain Gunung Anak Krakatau. Gunung Semeru, Gunung Ili Lewolotok, dan Gunung Ibu juga mengalami erupsi dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

Tidak Ada Keterhubungan Antar Gunung

Menurut Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, meskipun erupsi keempat gunung tersebut terjadi hampir bersamaan, secara geologi tidak ada keterhubungan antar gunung. Daryono menjelaskan bahwa setiap gunung memiliki sistem vulkaniknya sendiri yang akhirnya mencapai tahap kritis akumulasi tekanan fluida dan magma di dalamnya.

Daryono juga menyebutkan bahwa fenomena erupsi bersamaan ini menjadi gambaran dinamika tektonik global di wilayah Ring of Fire. Indonesia sendiri terletak di zona konvergensi Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Fillipina.

Perbedaan Karakteristik Erupsi

Daryono menjelaskan bahwa gunung-gunung tersebut mengalami variasi dinamika erupsi, viskositas magma, dan kandungan gas vulkanik. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan ketinggian kolom abu pada masing-masing erupsi.

Perbedaan karakteristik erupsi tersebut dipengaruhi oleh viskositas magma, tekanan gas dalam saluran kawah, serta faktor termal buatan alam. Gunung Anak Krakatau, dengan erupsi eksplosifnya, menghasilkan lontaran abu vulkanik yang tersebar luas hingga ke berbagai provinsi di Indonesia.

Sementara gunung-gunung lain seperti Semeru, Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu mengalami erupsi dengan energi yang lebih terlokalisasi. Hal ini mengakibatkan tinggi kolom abu yang lebih rendah dibandingkan dengan Gunung Anak Krakatau.

Daryono menjabarkan bahwa perbedaan karakteristik erupsi disebabkan oleh viskositas magma, kadar gas, serta faktor fisika dan kimia vulkanologi. Magma dengan viskositas tinggi dan kadar gas melimpah cenderung menghasilkan erupsi eksplosif, sementara magma dengan fluiditas tinggi akan menghasilkan erupsi dengan karakter yang lebih terlokalisasi.

Source link