Berita  

**Chip Huawei Meluncur 2027, Sumber Duit AS Terancam Direbut China**

Huawei mempercepat jadwal peluncuran chip kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya. Perusahaan asal China itu menyatakan Ascend 960DT ditargetkan siap pada kuartal I 2027, lebih awal dibandingkan informasi sebelumnya yang menyebut kuartal III tahun yang sama.

Juru bicara Huawei menyampaikan perubahan jadwal tersebut dalam pernyataan yang dikutip TechCrunch pada Jumat (18/9/2026). Menurut dia, percepatan itu sejalan dengan pengembangan Ascend 960 yang disebut mengalami peningkatan kinerja secara signifikan dari tahun ke tahun.

“Ascend 960DT diperkirakan akan siap pada kuartal I-2027. Chip Ascend 960 diluncurkan lebih cepat dari jadwal, menggandakan kinerja dan mengalami kemajuan dari tahun ke tahun,” kata juru bicara Huawei.

Huawei bangun sistem AI dari jutaan chip

Pengembangan Ascend 960DT merupakan bagian dari ambisi Huawei memperkuat lini chip AI miliknya. Perusahaan tidak hanya mengembangkan prosesor secara terpisah, tetapi juga merancang pendekatan untuk menggabungkan jutaan chip AI menjadi satu sistem komputasi berukuran besar.

Huawei menyebut pendekatan tersebut sebagai Arsitektur Komputasi Peerium. Sistem ini mengandalkan teknologi yang menghubungkan prosesor, memori, serta perangkat keras jaringan buatan Huawei yang disebut Unified Bus.

Deputy Chairman sekaligus Rotating Chairman Huawei, Eric Xu, mengatakan Arsitektur Komputasi Peerium dirancang untuk membangun sistem komputasi AI yang lebih besar. Sistem tersebut ditujukan untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi AI.

Dengan rancangan itu, pengembangan chip Huawei tidak berhenti pada peningkatan kemampuan satu prosesor. Perusahaan juga berupaya membangun infrastruktur yang memungkinkan sejumlah besar chip bekerja sebagai satu kesatuan dalam menangani beban komputasi AI.

Pengembangan berlanjut di tengah pembatasan AS

Langkah Huawei berlangsung ketika Amerika Serikat memperketat pembatasan terhadap akses China pada teknologi semikonduktor dan chip AI canggih. Keunggulan Nvidia di bidang chip AI telah membuat perusahaan teknologi di berbagai negara bergantung pada produk perusahaan yang dipimpin Jensen Huang tersebut.

Dominasi Nvidia kemudian menjadi salah satu instrumen yang dimanfaatkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menahan laju pengembangan AI di China. Salah satu kebijakannya adalah membatasi ekspor unit pemroses grafis (GPU) Nvidia yang paling canggih ke China.

Meski menghadapi pembatasan itu, Huawei tetap melanjutkan pengembangan chip AI domestik. Analis teknologi China, Rui Ma, menilai kebijakan Washington tidak akan menghentikan ambisi China membangun kemampuan semikonduktornya sendiri.

“Saya pikir percuma menghentikan perkembangan Chia di bidang semikonduktor. Sebab taruhan swasembada terlalu tinggi,” ujar Rui Ma.

Percepatan jadwal Ascend 960DT menjadi kuartal pertama 2027 menunjukkan bahwa Huawei terus mendorong pengembangan produk chip AI sendiri, sekaligus membangun sistem komputasi yang mendukung pelatihan dan inferensi dalam skala lebih besar.

Source link