Berita  

Sinyal Bahaya dari Amerika Serikat Mengguncang Eropa

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendukung seruan untuk memperlambat pengembangan kecerdasan buatan (AI) karena risiko teknologi tersebut dinilai semakin nyata. Ia akan mengundang perusahaan-perusahaan AI terkemuka untuk membahas cara mengendalikan laju pengembangan model paling canggih.

Von der Leyen menyampaikan sikap itu dalam pidatonya di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg. Pernyataan tersebut muncul ketika sejumlah pengembang AI dan peneliti mulai memperingatkan potensi bahaya dari model yang kemampuannya terus meningkat.

Risiko peretasan dan model yang mampu memperbaiki diri

“Seiring model-model terdepan menjadi makin mampu, risiko-risiko ini makin terlihat jelas. Model yang sedang dikembangkan akan memungkinkan peretasan pada tingkat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan model tersebut akan segera berada di tangan pihak-pihak yang melihat dunia dengan cara yang sangat berbeda dari kita,” kata von der Leyen kepada anggota parlemen Uni Eropa, dikutip dari Reuters, Kamis (17/9/2026).

Ia mengatakan pernyataannya merujuk pada sejumlah insiden yang melibatkan agen AI, serta peringatan yang disampaikan para pengembang teknologi tersebut. Menurut von der Leyen, para pemimpin perusahaan AI terdepan mulai menyerukan perlambatan pengembangan model yang bersifat self-recursive, yakni model yang dapat meningkatkan atau memperbaiki kemampuannya sendiri.

“CEO dari perusahaan-perusahaan paling maju mengatakan kepada kita bahwa sudah waktunya untuk memperlambat model yang bersifat self-recursive. Untuk mengatur laju perkembangan teknologi terdepan. Jika orang-orang yang mengembangkan teknologi ini sudah jelas, maka kita juga harus demikian,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan Jacob Coxon, peneliti Anthropic yang mengundurkan diri. Ia menuding Anthropic dan OpenAI berlomba mengembangkan superinteligensi yang mampu memperbaiki dirinya sendiri tanpa mengambil langkah yang bertanggung jawab. Coxon sebelumnya bekerja di OpenAI.

CEO Anthropic Dario Amodei pada pekan lalu juga meminta perusahaan AI memperlambat peningkatan kemampuan model. Seruan itu kemudian mendapat dukungan dari Elon Musk, pendiri xAI, dan CEO OpenAI Sam Altman.

Eropa dorong kerja sama global

Von der Leyen menyatakan aturan Uni Eropa mengenai penggunaan AI yang baru diadopsi menempatkan kawasan tersebut dalam posisi untuk ikut membentuk upaya global dalam menangani risiko teknologi. Eropa, kata dia, akan bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa, termasuk Kanada dan Inggris.

Kerja sama itu akan mencakup evaluasi model, verifikasi, serta aspek keamanan AI. “Saya akan mengundang laboratorium-laboratorium utama di garis depan untuk berdiskusi tentang bagaimana kita dapat mendukung upaya industri yang sedang berjalan untuk mengatur laju perkembangan teknologi terdepan,” kata von der Leyen.

Selain membahas keselamatan AI, von der Leyen mengusulkan pembatasan penggunaan media sosial oleh anak-anak. Ia menginginkan larangan penggunaan media sosial bagi anak berusia di bawah 13 tahun serta tidak adanya akun pribadi bagi mereka yang berusia di bawah 15 tahun.

Source link