Seorang pria membobol dua rumah kontrakan di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku beraksi pada siang hari dengan berpura-pura sebagai penghuni atau orang yang sedang mencari alamat, sehingga keberadaannya tidak menimbulkan kecurigaan warga.
Ketua RT 04 RW 03 Duri Kosambi, Nurdin, mengatakan pencurian berlangsung ketika suasana lingkungan cukup ramai. Sejumlah anak muda yang sedang berkumpul di sekitar lokasi bahkan tidak menyadari bahwa pria tersebut bukan penghuni kontrakan.
“Anak-anak muda yang sedang nongkrong di dekat lokasi sama sekali tidak curiga karena gerak-geriknya sangat santai. Mereka mengira pelaku adalah salah satu penghuni kontrakan,” kata Nurdin di Jakarta, Senin.
Mengetuk pintu untuk memastikan rumah kosong
Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor. Ia mengenakan kaos, celana pendek, serta membawa tas ransel. Sebelum beraksi, pria yang diperkirakan berusia lebih dari 30 tahun itu diduga telah berkeliling untuk mengamati kondisi sekitar.
Menurut Nurdin, pelaku diduga menyasar waktu ketika para penghuni kontrakan pergi bekerja. Ia terlebih dahulu mengetuk pintu setiap unit yang hendak dimasuki. Jika ada penghuni, pelaku disebut akan berpura-pura menanyakan alamat. Namun, ketika mengetahui rumah dalam keadaan kosong, ia langsung merusak pintu.
“Kalau kata korban, pelaku ini sudah beberapa kali keliling lokasi. Modusnya, dia ngetuk pintu dulu. Kalau ada orangnya, dia bakal pura-pura nanya alamat. Tapi begitu tahu rumah kosong, pintunya langsung dijebol,” ujar Nurdin.
Masuk ke dua unit secara berurutan
Pelaku kemudian masuk ke dua unit kontrakan secara berurutan. Dari unit pertama, ia hanya mengambil minuman. Setelah itu, ia keluar dan berjalan santai melewati kerumunan remaja di sekitar lokasi sebelum mendatangi unit kontrakan berikutnya.
Di unit kedua, pelaku merusak kunci pintu dan mengambil uang tunai milik penghuni. Nilai uang yang hilang diperkirakan kurang dari Rp5 juta. Nurdin mengatakan kerusakan pada kunci pintu terlihat secara langsung, sementara barang-barang berharga lainnya telah dibawa oleh pemilik rumah.
“Kuncinya saya lihat sendiri rusak dijebol. Pelaku gasak uang tunai di bawah Rp5 juta. Untungnya, barang-barang lain dibawa yang punya rumah,” tutur Nurdin.
Warga belum secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Meski demikian, identitas visual pelaku telah terlihat dari rekaman CCTV. Selain diperkirakan berusia di atas 30 tahun, pria itu memiliki ciri khusus berupa tato di kedua tangannya.
Nurdin menyebut pencurian dengan modus berpura-pura menjadi penghuni dan menanyakan alamat tersebut baru pertama kali terjadi di lingkungan permukiman setempat.












