Diduga Balap Liar, Polisi Amankan 10 Motor di Jakarta Timur

Patroli gabungan Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur mengamankan 10 sepeda motor dari kawasan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu dini hari. Kendaraan-kendaraan tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur setelah petugas membubarkan kerumunan pemuda yang diduga berkaitan dengan aktivitas balap liar.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, kerumunan itu ditemukan sekitar pukul 04.20 WIB ketika personel menjalankan patroli pencegahan tawuran dan aksi kebut-kebutan. Petugas kemudian mengambil tindakan dengan membubarkan para pemuda serta mengamankan kendaraan yang berada di lokasi.

“Kemudian petugas membubarkan kerumunan tersebut dan membawa seluruh kendaraan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Henik.

Patroli menyasar titik rawan

Sebelum menemukan kerumunan di Malaka Jaya, personel patroli juga mendapati sekelompok pemuda berkumpul di kawasan Jalan TPU Malaka, Pondok Kopi. Menurut Henik, kelompok tersebut tengah mengonsumsi minuman keras saat ditemukan petugas.

Patroli preventif akan terus ditingkatkan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Langkah itu ditujukan untuk mencegah balap liar, tawuran, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya.

“Patroli akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif. Jika ditemukan kegiatan yang berpotensi mengganggu kamtibmas, personel akan mengambil tindakan sesuai ketentuan dan berkoordinasi dengan satuan kewilayahan,” kata Henik.

Pengamanan 10 sepeda motor tersebut menjadi bagian dari tindakan kepolisian terhadap aktivitas yang berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengganggu ketertiban lingkungan. Penanganan lebih lanjut atas kendaraan yang dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi minta orang tua mengawasi remaja

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengingatkan para remaja agar tidak menjadikan jalan raya sebagai tempat balap. Ia menilai kegiatan tersebut dapat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lain.

“Kami mengajak para remaja untuk tidak melakukan balap liar karena sangat berbahaya. Orang tua juga kami harapkan ikut mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari,” ujar Budi.

Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Warga dapat melaporkan potensi gangguan kamtibmas, termasuk rencana tawuran atau balap liar, melalui layanan Call Center Polri 110.

Source link