Konflik agraria di Indonesia sering kali berujung pada aksi premanisme, menurut Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya. Untuk mengatasi masalah ini, mereka menggelar diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan pemangku kepentingan terkait untuk merumuskan penanganan bersama. Dalam FGD tersebut, perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Banten menyampaikan pandangan mereka terkait penanganan konflik lahan. Polisi menekankan bahwa negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan siap menindak bersama ‘stakeholder’ terkait jika terjadi konflik agraria yang mengarah pada praktik premanisme. Sejumlah nara sumber seperti Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan ATR/BPN turut hadir dalam FGD tersebut. Menurut Pusat Informasi Kriminal Bareskrim Polri, kasus premanisme di Indonesia semakin meningkat. Polri meluncurkan operasi serentak dan berhasil menyelesaikan ribuan kasus premanisme di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Keberhasilan penyelesaian kasus premanisme ini merupakan komitmen negara untuk tidak kalah dalam memerangi aksi premanisme.
Polisi: Konflik Agraria dan Ancaman Premanisme
Read Also
Recommendation for You

Jakarta menjadi saksi dari berbagai peristiwa kriminal dan keamanan pada Rabu (15/4). Mulai dari laporan…

Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menggagalkan peredaran 2.700 butir ekstasi yang…

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat…

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara AKBP Awaludin Kanur mendorong masyarakat…

Aksi komplotan pelaku pencurian sepeda motor menggunakan senjata api terjadi di parkiran RSIA Duren Sawit,…






