Berita  

7 Alasan Mengapa Uang Rp2.684 T Habis di iPhone dan HP Android

Belanja pengguna di aplikasi seluler meningkat drastis sepanjang tahun 2025, dengan pemilik ponsel global menghabiskan US$ 155,8 miliar (Rp 2.684 triliun) di App Store dan Google Play. Meskipun jumlah unduhan aplikasi dan game mengalami penurunan sebesar 2,7 persen menjadi 106,9 miliar, belanja di dalam aplikasi tetap meningkat. Data yang dikumpulkan oleh Appfigures menunjukkan bahwa perusahaan pengembang aplikasi mampu mendorong pengguna untuk melakukan pembelian di aplikasi setelah mengunduhnya.

Perkembangan belanja di aplikasi juga menggambarkan pergeseran dalam industri aplikasi, dimana pendapatan dari aplikasi non-game tumbuh 33,9 persen dan kini menjadi kontributor utama, menggeser dominasi aplikasi game yang hanya menyumbang 46 persen dari total pendapatan. Meskipun jumlah unduhan aplikasi mencapai puncaknya selama masa pandemi dengan 135 miliar unduhan di Play Store dan App Store, angka tersebut terus merosot sejak saat itu.

Aplikasi game mengalami penurunan jumlah unduhan paling signifikan sebesar 8,6 persen, sementara aplikasi Gemini oleh Google dan ChatGPT menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh pada tahun 2025 di platform iOS dan Android. Di sisi lain, TikTok, YouTube, dan ChatGPT merupakan aplikasi dengan belanja pengguna tertinggi di iOS, sedangkan Google One, TikTok, dan ChatGPT merupakan yang terbaik di platform Android.

Dengan tren ini, industri aplikasi seluler terus berevolusi dan menunjukkan perubahan dalam preferensi pengguna serta strategi pengembang aplikasi dalam memonetisasi aplikasi mereka. Semakin banyak pengguna yang bersedia untuk melakukan pembelian di dalam aplikasi, menandakan potensi pertumbuhan ekonomi yang kuat melalui platform seluler.

Source link