Berita  

Pengusaha AS Kabur ke China, Respon Cepat Trump

Amerika dan China Bersaing di Bidang AI

Jakarta, CNBC Indonesia – Persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas di sektor teknologi kecerdasan buatan (AI). Diperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan AS mulai beralih dari model-model AI unggulan buatan Anthropic dan OpenAI ke model-model buatan China seperti Zai dan DeepSeek.

Model AI China Semakin Diminati Perusahaan AS

Menurut data OpenRouter, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan model-model AI China oleh perusahaan-perusahaan AS. Pangsa pasar model-model AI China ini bahkan telah mencapai angka tertinggi sebesar 46%. Kyle Chan, rekan peneliti di John L. Thornton China Center, menyatakan bahwa model-model AI China menarik perhatian perusahaan-perusahaan AS karena biaya penggunaannya yang lebih rendah.

“Perusahaan-perusahaan AS memprioritaskan adopsi AI, tetapi sekarang mereka lebih memperhatikan biaya,” ungkap Kyle Chan.

Khawatir Maraknya Penggunaan Model AI China

Respon negatif muncul dari pemangku kebijakan AS terkait maraknya penggunaan model AI China oleh perusahaan-perusahaan AS. Dua komite DPR AS bahkan sedang melakukan penyelidikan terkait tren penggunaan model AI China.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan kekhawatiran serius terkait penggunaan model-model AI China tersebut. Model-model AI China dinilai dapat memajukan narasi Beijing, mencerminkan ideologi Partai Komunis China, dan lebih berpotensi untuk menyensor perbedaan pendapat.

Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Inggris menegaskan penentangannya terhadap tuduhan tak berdasar terkait pengembangan AI-nya. Mereka menyebut bahwa sektor AI China didirikan atas kemandirian dan kekuatan sains dan teknologi.

Kedua Negara Berlomba Unggul di Bidang AI

Persaingan antara AS dan China dalam bidang AI semakin memanas. Masing-masing negara berusaha mencapai posisi unggul di bidang teknologi kecerdasan buatan. Model AI China semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan AS karena mampu memberikan kinerja yang baik dengan biaya penggunaan yang lebih rendah. Tantangan geopolitik yang terkait dengan penerapan AI semakin memperumit persaingan antara kedua negara.

Pada bulan April, pemerintah AS menuduh entitas China melakukan “kampanye industri” untuk meniru sistem AI AS dan berencana untuk bertindak. Di sisi lain, Beijing juga sedang mempertimbangkan untuk membatasi akses luar negeri terhadap model-model AI unggulan China.

Source link