Polsek Pasar Rebo memanggil seorang perwakilan manajemen perusahaan di kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk dimintai keterangan terkait dugaan kebocoran gas yang berdampak pada warga sekitar. Polisi masih menyelidiki sumber dan rangkaian kejadian yang menyebabkan puluhan orang mengalami sesak napas setelah mencium bau amonia.
“Baru satu orang dari pihak manajemen yang kami panggil untuk dimintai keterangan,” kata Kapolsek Pasar Rebo Kompol Wayan Wijaya saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Wayan belum mengungkapkan identitas ataupun jabatan pihak manajemen yang telah dipanggil tersebut. Menurut dia, pemeriksaan itu merupakan bagian dari penyelidikan atas insiden yang terjadi di lingkungan RT 01/RW 04, Kelurahan Pekayon.
24 warga menjalani pemeriksaan medis
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan, sebanyak 24 warga terdampak setelah diduga menghirup gas yang bocor dari salah satu perusahaan di Jalan Raya Bogor, Pekayon, Pasar Rebo.
“Sebanyak 24 jiwa terdampak saat menghirup gas yang bocor di RT 001/004 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur,” kata Made saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Dari jumlah tersebut, satu korban dibawa ke RS Harapan Bunda. Tiga korban mendapat pemeriksaan di RS Tugu Ibu, sedangkan 20 korban lainnya ditangani di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.
Polsek Pasar Rebo masih mendata jumlah pasti warga yang terdampak. Polisi meminta informasi dari pengurus lingkungan untuk memastikan warga RT 01/RW 04 yang mengalami dampak akibat insiden tersebut.
“Kami masih mencari data pasti warga RT 01/04 Kelurahan Pekayon yang terdampak dari gas amonia pabrik susu tersebut dari pengurus lingkungan,” ujar Wayan.
Kronologi dugaan kebocoran
Peristiwa itu terjadi pada Senin (28/9) sekitar pukul 14.15 WIB. Seorang saksi bernama Hermanto yang sedang berada di rumah mendengar suara ledakan dari arah perusahaan. Pada awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari ban kendaraan yang pecah.
Tak lama kemudian, saksi mencium bau amonia yang menyengat. Hermanto bersama warga lain lalu berhamburan keluar rumah. Sejumlah warga setelah itu mengalami sesak napas dan menjalani pemeriksaan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab kebocoran serta meminta keterangan dari pihak perusahaan dan warga. Wayan menegaskan, penyelidikan terhadap rangkaian kejadian tersebut masih berlangsung.












