CCTV Ungkap Jejak Sutrimo Sebelum Dievakuasi Ambulans

Rekaman kamera pengawas (CCTV) dan sistem tilang elektronik (ETLE) digunakan penyidik untuk menyusun pergerakan Sutrimo sejak Rabu (22/7) malam hingga dievakuasi dari kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7) pagi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengatakan, rekaman tersebut menjadi petunjuk utama untuk mengurai waktu-waktu penting sebelum Sutrimo dibawa ke rumah sakit. Ambulans bernomor polisi B 1418 KIX tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.53 WIB dan mengevakuasi Sutrimo pada pukul 09.03 WIB ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Berpindah kendaraan sejak malam

Menurut Anom, Sutrimo terpantau beraktivitas sepanjang malam dan menggunakan tiga sepeda motor berbeda di sekitar Petogogan dan Radio Dalam.

Rangkaian pergerakan itu dimulai pada pukul 21.20 WIB, ketika Yamaha Mio bernomor polisi B 3205 EAL yang dikendarai Sutrimo mogok di depan Klinik SAS. Sekitar 10 menit kemudian, seorang rekannya datang menggunakan Honda Supra B 6978 SS. Rekan tersebut membantu mendorong sepeda motor Sutrimo menyusuri Jalan Petogogan I, kemudian melewati Jalan Radio III.

Pada Kamis dini hari pukul 00.35 WIB, Sutrimo kembali terekam menggunakan kendaraan lain, yakni Yamaha Jupiter merah bernomor polisi B 3888 NDI. Ia melintasi Jalan Petogogan II dan kawasan Klinik Skinesio, lalu singgah di Klinik Morden pada pukul 00.37 WIB. Dua menit kemudian, ia meninggalkan lokasi tersebut menuju Jalan Radio III.

“Pergerakan korban berlanjut pada pukul 01.22 WIB dengan kembali berganti kendaraan menggunakan Yamaha NMAX bernomor polisi B 4184 SJK,” kata Anom.

Dengan sepeda motor tersebut, Sutrimo terekam beberapa kali melintasi Jalan Petogogan I, kawasan Klinik SAS, dan Jalan Radio IV hingga sekitar pukul 03.00 WIB.

Berhenti di warung sebelum menuju lokasi kejadian

Pada pukul 03.11 WIB, Sutrimo terlihat berboncengan dengan rekannya dari perempatan Radio Dalam menuju Jalan Kramat Pela. Keduanya kemudian memutar balik dan berhenti di warung Pecel Lele Sambel Setan di Jalan Radio Dalam Raya.

“Keduanya menghabiskan waktu sekitar 27 menit di lokasi tersebut sebelum kembali bergerak menuju arah Jalan KH Ahmad Dahlan pada pukul 03.38 WIB,” ujar Anom.

Aktivitas terakhir Sutrimo yang terekam sebelum insiden terjadi pada pukul 05.30 WIB. Saat itu, ia melintasi Jalan Kramat Pela dan berhenti tepat di depan tempat kejadian perkara (TKP) dengan masih mengendarai Yamaha NMAX B 4184 SJK. Sekitar tiga jam kemudian, ambulans datang dan tim medis membawa Sutrimo ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Sutrimo diketahui merupakan kepala rumah tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Ia ditemukan meninggal dunia secara mendadak pada Juli 2026.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Sutrimo mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyerahkan permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Permohonan itu diajukan untuk mempertanyakan kejelasan hasil ekshumasi jenazah Sutrimo.

Source link